TAHAPAN BEASISWA STIPENDIUM HUNGARICUM
Beasiswa Stipendium Hungaricum
merupakan beasiswa Kerjasama antara Pemerintah Hungaria dengan Sending Partner
(Indonesia termasuk ke dalamnya). Untuk sending partner Indonesia adalah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Beasiswa ini memberi dana untuk
melanjutkan pendidikan jenjang S1, S2, dan S3.
Saat ini, pendaftaran untuk
beasiswa Stipendium Hungaricum untuk tahun akademik 2022/2023 sudah dibuka.
Pendaftaran dilakukan melalui
website: https://apply.stipendiumhungaricum.hu/
paling lambat pada tanggal 15 Januari 2022.
Timeline beasiswa tahun akademik
2022/2023 adalah sebagai berikut:
Sumber: https://stipendiumhungaricum.hu/apply/#timeline
Untuk
dokumen yang dibutuhkan (pada masing-masing jenjang) dapat diakses di website: https://stipendiumhungaricum.hu/uploads/2020/03/website_Checklist.pdf
Syarat terpenting untuk mendaftar
beasiswa untuk kuliah ke luar negeri adalah IELTS/TOEFL iBT dengan score sesuai
dengan persyaratan pihak pemberi beasiswa dan pihak universitas tujuan.
Berikut ini adalah pengalaman
saya dalam proses seleksi tahap awal hingga tahap akhir beasiswa Stipendium
Hungaricum pada tahun 2021 yang pernah saya ikuti. Tahapan-tahapan berikut khusus
untuk Master’s Degree.
Disclaimer: Proses/alur
pendaftaran dapat berubah sesuai dengan kebijakan pemberi beasiswa dan sending
partner, maka dianjurkan untuk selalu mencari informasi terbaru dari website
resmi Tempus Foundation dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Tahap 1: Mengisi data pada DreamApply
(https://id.dreamapply.com/login?client=634&legacy=1)
Di tahap ini, kita memilih 2
universitas yang diurutkan berdasarkan prioritas. Universitas yang diinginkan
lebih baik diletakkan pada pilihan pertama. Dalam pemilihan universitas, kita
harus mempertimbangkan kuota pada masing-masing jurusan di universitas. Kuota
tersebut merupakan keseluruhan kuota, bukan hanya kuota untuk negara tertentu.
Untuk pengisian data di DreamApply,
perlu menyiapkan terkait data diri (paspor, ijazah SMA dan S1 – Untuk pendaftaran
beasiswa Master’s degree, kegiatan organisasi, data pengalaman kerja, transkrip
nilai, sertifikat medis – untuk sertifikat bisa menyusul ketika sudah ada pengumuman
final). Untuk pendaftaran, saya menambahkan surat rekomendasi yang diisi dan
ditandatangani oleh Atasan dan Dosen S1.
Setelah menyelesaikan pendaftaran
di DreamApply, kita harus mengirimkan berkas-berkas tersebut ke Sending Partner
(Kemendikbud).
Pada saat itu, saya mengirimkan
berkas-berkas tersebut melalui email:
bln.dikti@kemdikbud.go.id dengan
subjek email: “Pendaftaran Stipendium Hungaricum Scholarship Programme “tahun” “nama”.
Contoh: Pendaftaran Stipendium Hungaricum Scholarship Programme 2022 Dodo.
Tahap
2: Sekitar bulan Februari
Tempus
Foundation akan melakukan proses seleksi berkas, begitu pula pihak sending
partner.
Applicant
dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya apabila mendapat rekomendasi dari
Sending Partner dan lolos seleksi berkas dari pihak Tempus Foundation. Apabila
hanya lolos seleksi berkas dari pihak Tempus Foundation dan tidak mendapatkan
rekomendasi dari sending partner maka tidak bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya.
Tahap
3: Setelah mendapatkan pengumuman lolos dari pihak
Tempus Foundation dan direkomendasikan oleh Sending Partner, sekitar bulan Maret-Mei,
kita akan mendapatkan jadwal seleksi dari pihak institusi (kampus tujuan). Biasanya,
jadwal seleksi pertama adalah dari universitas pilihan pertama, dan universitas
kedua akan mengirimkan jadwal seleksi setelah kita melakukan seleksi
universitas pertama. Seleksi ini dilakukan secara online melalui platform
seperti Zoom, Google MEET, dst. Tujuan dari seleksi ini adalah melihat kemampuan
speaking dan penguasaan materi.
Waktu
itu, saya memilih 2 universitas yaitu Corvinus sebagai pilihan pertama dan
Szeged sebagai pilihan kedua. Untuk seleksi dari 2 universitas tersebut dapat
dilihat di website masing-masing universitas. Biasanya akan diberikan informasi
terkait bahan bacaan yang harus dibaca (dan akan ditanyakan pada saat seleksi).
Seleksi
wawancara dilakukan oleh seorang dosen dan satu orang perwakilan bagian administrasi,
dan yang mengajukan pertanyaan hanya dosen saja. Pertanyaan tersebut terkait
diri kita (keseharian, pekerjaan, organisasi, alasan memilih universitas dan
jurusan) dan akan dilanjutkan dengan pembahasan materi yang sudah kita pelajari
sebelumnya.
Tips
untuk wawancara:
1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan
wawancara
2. Memakai pakaian rapi
3. Menyediakan ruangan yang tenang
4. Hadir pada room 30 menit – 1 jam
sebelumnya
5. Menjawab pertanyaan dengan percaya
diri
6. Memberikan alasan yang kuat dan masuk
akal saat menjawab pertanyaan mengenai alasan memilih universitas dan jurusan –
lakukanlah riset terlebih dahulu.
Tahap
4: Setelah tahap 3, kita harus menunggu pengumuman
terkait lolos/tidak lolos aplikasi kita untuk 2 universitas yang telah kita
pilih. Jika sudah diterima pada salah satu universitas, kita mempunyai
kemungkinan sebesar 70% untuk di terima beasiswa Stipendium Hungaricum ini. Pada
mayoritas kasus, kita akan diterima di pilihan pertama, akan tetapi tetap ada
kemungkinan jika kita diterima di pilihan kedua. Semua tergantung alokasi kuota
dari pihak Tempus Foundation.
Jika
kita sudah diterima di salah satu universitas, maka kita harus melengkapi sertifikat
medis yang berisi check list mengenai beberapa hal yang harus kita periksa,
yaitu: tes HIV/AIDS, Hepatitis-B, Hepatitis-C, Chest X-Ray. Selain itu, kita
sudah harus mendapatkan vaksin Diphtheria, Tetanus dan Perussis; MMR (Measles,
Mumps dan Rubella. Untuk Vaksin Typhoid kita tidak diwajibkan karena Indonesia
bukan negara Endemik Typhoid.
Untuk
pemeriksaan Kesehatan ini, saya lakukan di Laboratorium C**O di daerah Jakarta
Selatan (Setelah melakukan survey harga di beberapa laboratorium lain, saya
memutuskan bahwa Lab C**O ini menawarkan harga yang reasonable). Vaksin saya
lakukan di salah satu klinik vaksin di daerah Kota Magelang. Biaya untuk
pemeriksaan Kesehatan (diluar vaksin) sekitar Rp 1.000.000 – Rp 1.500.000, dan
untuk vaksin sekitar Rp 500.000 – Rp 600.000. Proses ini dilakukan di bulan
April.
Sebelum
melakukan pemeriksaan, kita harus memastikan terlebih dahulu lab/RS tersebut
dapat mengeluarkan hasil pemeriksaan dengan Bahasa Inggris (Jika tidak, kita
harus melakukan translate di penerjemah tersumpah yang diakui)
Tahap
5: Pastikan bahwa universitas yang menerima kita
memerlukan dokumen yang dilegalisasi (apostille document) atau tidak. Waktu
itu, Corvinus University of Budapest mengharuskan saya untuk melakukan
legalisasi ijazah S1 (tahapan apostille dokumen di bahas pada postingan
mengenai apostille document). Saya harus memperhatikan deadline waktu yang
ditetapkan oleh pihak universitas dan lama proses apostille dokumen tersebut
karena harus melalui kemenkumham – kemenlu dan kedubes Hungary.
Tahap
6: Sekitar bulan Juli sekitar minggu kedua-ketiga, pengumuman
yang ditunggu-tunggu akan tiba. Pada tahap ini kita sudah dapat memastikan
bahwa applicant tersebut lolos atau tidak lolos. Pada tahap ini masih ada kemungkinan
jika seorang applicant tidak lolos tapi kemungkinan tersebut kecil. Setelah
ini, applicant yang lolos akan melakukan pengurusan visa dan hal-hal lain untuk
persiapan keberangkatan ke Hungary sebelum bulan September.
Setelah
pengumuman ini, diharapkan applicant untuk melakukan proses checking ke pihak
universitas terkait ketersediaan dorm, apabila persaingan untuk mendapatkan
kuota di dorm sangat tinggi maka akan sangat disarankan untuk mulai mencari
housemates dan melakukan pencarian flats.
Pada
tahap ini, hubungan yang baik dengan senior yang sudah ada di Hungary sangat
bermanfaat, mengingat sulitnya mencari flats di Hungary (terutama kota
Budapest).
Semoga
sukses.
Salam,
VIE.

